Showing posts with label Sepakbola. Show all posts
Showing posts with label Sepakbola. Show all posts

Monday, July 25, 2011

Diego Forlan (AP)
Uruguay akhirnya memastikan diri sebagai negara terbanyak meraih gelar Copa America. La Celeste tercatat mengoleksi 15 gelar Copa America.

Uruguay hanya unggul satu gelar dibandingan dengan Argentina yang telah mengoleksi 14 gelar Copa America. Terakhir, Uruguay meraih gelar bergengsi di Amerika Latin ini tahun 1995.

Uruguay menambah koleksi gelarnya setelah mengalahkan Paraguay di partai final Copa America 2011. Uruguay menang dengan skor 3-0.

Bermain di Stadion Monumental Antonio Vespucio Liberti, Kamis, 25 Juli 2011 dini hari, ketangguhan Uruguay sudah terlihat di babak pertama. Pasukan Oscar Tabarez sudah unggul 2-0 di babak pertama.

Dua gol Uruguay disarangkan oleh striker Luis Suarez pada menit ke-13. Sedangkan gol kedua Uruguay dicetak oleh Diego Forlan. Skor 2-0 akhirnya bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Paraguay yang tertinggal dua gol langsung tancap gas. Namun, beberapa peluang yang di dapat Nelson Valdez belum mampu menjebol gawang Uruguay yang dijaga ketat kiper Fernando Muslera.

Meski sudah unggul 2-0, Uruguay tetap tampil agresif. Puncaknya, sebelum laga usai Uruguay justru kembali menambah koleksi golnya menjadi 3-0. Gol ketiga Uruguay dicetak oleh Forlan pada menit ke-90 setelah memanfaatkan kelengahan pemain belakang lawan.

Susunan pemain


Uruguay: Néstor Fernando Muslera, Diego Lugano, Victor Maximiliano Pereira, José Martín Caceres (Diego Godín 88'), Sebastian Coates, Diego Pérez (Sebastián Eguren Vazquez 69'), Álvaro Pereira (Edison Cavani 63'), Alvaro González, Egidio Arévalo, Diego Martín Forlán, Luis Suárez.

Paraguay:
Justo Villar, Dario Verón, Elvis Marecos, Iván Piris, Paulo Da Silva, Néstor Ortigoza, Cristian Riveros, Víctor Cáceres (Hernán Pérez 64'), Enrique Vera (Marcelo Estigarribia 64'), Pablo Zeballos (Lucas Barrios 76), Nélson Haedo Váldez.
• VIVAnews

Wednesday, July 20, 2011

Masalah Visa, Dua Pemain Batal ke Turkmenistan

Headline
Sedikit masalah muncul menjelang keberangkatan timnas Indonesia ke Turkmenistan untuk menjalani leg pertama Pra-Piala Dunia.Malam ini, Rabu (20/7/11) Firman Utina dkk dijadwalkan terbang ke Turkmenistan dengan melakukan transit terlebih dahulu di Dubai.
Namun beberapa jam menjelang keberangkatan muncul kabar bahwa dua pemain tidak bisa dibawa karena masalah visa, demikian keterangan yang didapat dari humas timnas Indonesia.
Kedua nama tersebut adalah bek tengah Wahyu Wiji Asnanto dan gelandang Toni Sucipto.Untuk Wahyu, timnas masih bisa menggantikannya dengan Gunawan Dwi Cahyo.
Dengan demikian, Indonesia hanya membawa tiga bek tengah yakni Riccardo Salampessy, M. Roby dan Gunawan Dwi Cahyo.
Sementara itu untuk posisi Toni, Tim Garuda masih memiliki Eka Ramdani dan Ahmad Bustomi.
Total, timnas Indonesia akan bertolak ke Dubai pukul 20.30 WIB dengan 18 pemain.

Paraguay Tantang Uruguay di Final Copa America 2011

Paraguay Tantang Uruguay di Final Copa America 2011Paraguay berhasil mengamankan tiket ke final Copa America setelah menyisihkan Venezuela melalui drama adu penalti yang berakhir dengan hasil 5-3. Di partai puncak, Paraguay bakal menantang Uruguay.

Drama adu penalti ini terpaksa dilakukan setelah selama 120 menit kedua tim hanya bisa bermain tanpa gol. Dalam adu tos-tosan tersebut, kiper Paraguay Justo Villar berhasil mengamankan eksekusi dari Franklin Lucena. Sedangkan, lima eksekutor penalti Paraguay berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Tampil di depan ribuan pendukung yang memadati Estadio Malvinas Argentinas, Mendoza, Kamis (21/7) pagi WIB, Paraguay dan Venezuela langsung berusaha saling menyerang sejak peluit baru ditiup wasit. Paraguay membuka lebih awal ancamannya di menit keempat melalui aksi Haedo Valdez. Sayangnya, kerjasama Valdez dengan Lucas Barrios belum bisa menemukan sasaran yang sempurna.

Tiga menit berselang giliran Venezuela balik menyerang lewat kerjasama yang apik antara Juan Arango dan Gabriel Cichero. Tapi, tendangan Cichero dari jarak jauh itu masih belum membuat Justo Villar mengalami kesulitan.

Memasuki menit kedelapan, Paraguay nyaris saja memperoleh keunggulan. Namun, ketika itu kiper Renny Vicente Vega dengan cekatan melakukan penyelamatan terhadap tendangan bebas dari Dario Veron. Sedangkan, satu peluang berharga yang didapat Venezuela terjadi saat babak pertama menyisakan dua menit waktu normal. Bola tandukan kepala Alejandro Moreo saat itu hanya membentur mistar gawang dan selamatlah gawang Paraguay dari kebobolan.
Kedudukan tidak berubah hingga babak kedua pertandingan dan babak perpanjangan waktu. Laga akhirnya harus diselesaikan lewat drama adu penalti.

Saturday, July 16, 2011

Argentina Akhirnya Tersingkir



Argentina harus mengubur impiannya untuk menjuarai Copa America 2011 di negaranya sendiri. Kegagalan Carlos Tevez dalam mengeksekusi penalti membuat Argentina takluk 4-5 dari Uruguay di babak adu penalti dalam laga perempat final, Minggu (17/7/2011) WIB. Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Justru Uruguay yang mampu mencetak gol pertama pada menit ke-5. Berawal dari tendangan bebas Diego Forlan, Martin Caceres mengancam lewat tandukannya. Bola memang berhasil diselamatkan oleh kiper Argeintina, Sergio Romero. Tapi bola muntah berhasil dimanfaatkan oleh Diego Perez yang langsung menyosor bola ke dalam gawang dengan kaki kanannya.

Tertinggal 1-0, Argentina mencoba mengontrol pertandingan. Pasukan "Albiceleste" berupaya keras membongkar pertahanan Uruguay yang tampil cukup disiplin. Diego Lugano dkk tampil tanpa kompormi dalam menghalau serangan Argentina.

Usaha Argentina pun membuahkan hasil pada menit ke-18. Umpan cemerlang dari Lionel Messi disambut tandukan terukur dari Higuain. Bola pun meluncur mulus ke dalam gawang tanpa bisa dihalau oleh Muslera, 1-1.

Namun akhirnya Argentina harus merelakan tiket semi final setelah kalah adu pinalty 5-4,Tevez adalah satu satunnya algojo yang gagal memasukan bola ke gawang Uruguay lewat titik putih,dengan kemenangan ini Uruguay siap menghadapi Peru yang lebih dulu melaju ke semifinal setelah tundukan Kolombia 2-0.

Peru Negara Pertama ke Semifinal Copa America

 

Peru menjadi negara pertama yang memastikan tiket ke semifinal Copa America setelah menekuk Kolombia 2-0, Sabtu 16 Juli 2011 (Minggu dini hari WIB). Hasil ini diraih dengan susah payah oleh Peru melalui perpanjangan waktu 2x15 menit.

Bertanding di Estadio Mario Alberto Kempes, Cordoba, kedua tim bermain imbang 0-0 pada waktu normal. Kolombia sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol di waktu normal ketika mendapat hadiah penalti di menit 65. Sayangnya Radamel Falcao yang menjadi algojo gagal menunaikan tugas dengan baik.

Masuk waktu tambahan, Peru akhirnya bisa memecah kebuntuan ketika Carlos Lobaton mencetak gol pertama di menit 102. Hanya berselang sepuluh menit kemudian, Peru menambah keunggulan lewat Carlos Vargas. Itu menjadi gol terakhir yang terjadi dan menutup skor 2-0 untuk Peru.

Di semifinal, Peru akan menanti pemenang pertandingan antara tuan rumah Argentina melawan Uruguay. Pertandingan terakhir yang disebut akan berlangsung sekitar satu jam lagi.• VIVAnews

Tuesday, July 12, 2011

Uruguay Melaju Ke Perempat Final

Uruguay akhirnya bisa bernafas lega setelah sukses mengantongi tiket perempat final Copa America 2011. Uruguay lolos setelah mengalahkan Meksiko dalam penyisihan Grup C dengan skor tipis 1-0.

Uruguay lolos setelah menjadi runner up Grup C dengan mengoleksi lima poin. Sedangkan Meksiko harus angkat koper dari Copa America setelah menjadi penghuni dasar grup. Uruguay akan menemani Chile yang sudah lolos ke perempat final terlebih dahulu setelah menempati puncak Grup C dengan mengoleksi tujuh poin.

Kemenangan ini adalah kemenangan pertama Uruguay di penyisihan Grup C. Dalam dua laga sebelumnya Uruguay selalu memetik hasil imbang 1-1 saat lawan Peru dan Chile.

Bermain di Stadion Ciudad de La Plata, Rabu, 13 Juli 2011, Uruguay yang sejak awal mengejar tiga poin tampil ngotot sepanjang 45 menit pertama. Pasukan Oscar Tabarez tanpa ampun terus menggempur pertahanan lini belakang Meksiko.

Gol Uruguay baru terjadi pada menit ke-15. Gol dicetak oleh Álvaro Pereira.

Unggul 1-0 belum membuat Uruguay mengendorkan serangan. Dua strikernya Diego Martín Forlán dan Luis Suárez beberapa kali mengancam gawang Uruguay. Namun, tendangannya belum mampu merobek gawang Luis Michel. Hingga turun minum, tidak ada gol lagi yang tercipta.

Memasuki babak kedua, Uruguay juga masih tampil agresif. Namun, lagi-lagi tendangan Forlan dan Suarez di pertengahan babak kedua juga masih melenceng jauh dari gawang Meksiko.

Pada menit ke-79, Meksiko nyaris membuyarkan mimpi Uruguay untuk lolos ke perempat final setelah gawang Uruguay dijebol Rafael Márquez Lugo. Beruntung, hakim garis jeli dan melihat Lugo dalam posisi off side.

Hingga laga berakhir, Uruguay mampu mengamankan kemenangan dengan skor tipis 1-0. Di perempat final, Uruguay akan bertemu Argentina pada 16 Juli di Santa Fe. Kedua negara ini punya koleksi masing-masing 14 gelar juara Copa.

Susunan pemain

Uruguay: Néstor Fernando Muslera, Álvaro Pereira, Diego Lugano, Victor Maximiliano Pereira, Sebastian Coates, Cristian Gabriel Rodríguez (Sebastián Eguren Vazquez 83'), Diego Pérez, Alvaro González (Nicolás Lodeiro 68'), Egidio Arévalo, Diego Martín Forlán (Sebastián Abreu 89'), Luis Suárez.

Meksiko: Luis Michel, Paul Aguilar (Javier Aquino Carmona 45'), Darvin Francisco Chávez, Hiram Ricardo Mier Alanís, Héctor Reynoso López, Jorge Enriquez Garcia, Miguel Ponce (Edgar Iván Pacheco Rodríguez 70'), Diego Reyes Rosales, Néstor Alejandro Araujo Razo, Giovani Dos Santos (Oribe Peralta Morones 45'), Rafael Márquez Lugo. (umi) • VIVAnews

Monday, July 11, 2011

Messi-Aguero Jadi Bintang

Bintang lapangan di pertandingan ini adalah Lionel Messi dan Sergio Aguero.
Messi, yang diplot menjadi pengatur serangan nampak nyaman dengan perannya itu.
Posisi bebas yang diberikan untuk pemain berjuluk el pulga alias si kutu ini membuatnya sulit dijaga barisan gelandang dan pertahanan Kosta Rika.
Beberapa kali umpan terobosan Messi membuat Aguero atau Higuain memiliki peluang. Namun sayang penyelesaian akhir yang belum sempurna membuat gol tak kunjung datang untuk Argentina.
Beruntung, di penghujung babak pertama Aguero mencetak gol pertama untuk Tango.
Menantu Diego Maradona ini memanfaatkan bola liar akibat tendangan keras Fernando Gago yang tak bisa diamankan kiper Kosta Rika, Lionel Moreira.
Di babak kedua, Argentina menambah dua gol lagi. Umpan terobosan Messi berhasil dimanfaatkan Aguero sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Dan, gol pemantap kemenangan Argentina dicetak menit ke-63. Kali ini, pemain sayap Real Madrid Angel Di Maria yang menorehkan nama di papan skor juga memanfaatkan umpan terukur Lionel Messi.

Argentina Lolos ke Perempat Final


Perjuangan Argentina selama 90 menit membuahkan hasil. Argentina dipastikan lolos ke perempat final Copa America 2011 setelah mengalahkan Kosta Rika, Selasa pagi WIB. Baru kali ini tim Tango cetak kemenangan setelah di dua partai sebelumnya selalu bermain imbang.

Argentina menang dengan skor 3-0. Dengan kemenangan ini, Argentina mengoleksi lima poin dan berada di urutan dua Grup A. Sedangkan Kosta Rika turun ke posisi tiga dengan mengoleksi tiga poin.

Bermain di Stadion Mario Alberto Kempes, Selasa, 12 Juli 2011, Tim Tango sejak menit awal yang ingin mengejar kemenangan tampil sangat agresif. Lionel Messi yang diplot sebagai pengatur serangan sering kali merepotkan barisan pertahanan Kosta Rika.

Pada menit-menit awal, Argentina sempat kesulitan menembus pertahanan lawan. Tendangan Messi, Gonzalo Higuaín dan Sergio Aguero beberapa kali hanya melambung di atas mistar gawang.

Pemain Argentina baru bisa tersenyum beberapa detik sebelum turun minum atau pada menit ke-45. Adalah Aguero yang memecah kebuntuan dengan menyarangkan satu golnya di babak pertama. Gol terjadi setelah Aguero memanfaatkan bola muntahan.

Memasuki babak kedua, permainan Argentina semakin agresif. Satu gol yang sudah ada dalam genggaman belum memuaskan pasukan Sergio Batista.

Pada menit ke-52, lagi-lagi Aguero sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol terjadi setelah Aguero memanfaatkan umpan matang dari Messi. Dengan tenang, Aguero melesakkan bola yang tidak mampu ditepis oleh kiper Leonel Moreira.

Unggul 2-0 Argentina terus melakukan tekanan. Gawang Kosta Rika kembali jebol pada menit 63. Kali ini giliran Ángel Di María menyumbang satu gol. Gol ini juga berkat umpan matang Messi.

Sampai menit akhir, tidak ada gol lagi yang tercipta. Skor berakhir 3-0 untuk kemenangan Argentina. (ren)

Susunan pemain

Argentina: Sergio Germán Romero, Javier Zanetti, Gabriel Milito, Nicolás Burdisso, Pablo Javier Zabaleta, Javier Mascherano, Sergio Agüero, Lionel Messi, Fernando Gago, Ángel Di María (Lucas Rodrigo Biglia 79'), Gonzalo Higuaín (Javier Pastore 79').

Kosta Rika: Leonel Moreira, Johnny Acosta, Oscar Duarte Gaitán, Francisco Calvo (Randall Brenes 45'), Jose Cubero, Cesar Elizondo (Luis Miguel Valle 56'), Pedro Leal, Heiner Mora, José Andrés Salvatierra, Josue Martínez (Diego Madrigal 45'), Joel Campbell. 

• VIVAnews

Tuesday, July 5, 2011

Wow..Arab Saudi Angkat Rijkaard Sebagai Pelatih


Mantan pelatih Barcelona dan Timnas Belanda, Frank Rijkaard, dipercaya sebagai pelatih baru tim nasional Arab Saudi, Kamis (30/6).

Diberitakan Novum, pelatih berusia 48 tahun yang sebelumnya menjadi pelatih Galatasaray ini akan dikontrak selama tiga tahun dengan nilai kontrak 7,7 juta euro.

Tapi Rijkaard tampaknya baru akan bertugas akhir Juli nanti. Dengan demikian, pelatih sementara (interim), Rogerio Moraes Lourenco, yang merupakan pelatih tim muda Arab Saudi, masih akan memimpin Arab Saudi pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia leg kedua melawan Hong Kong pada 23 Juli.

Arab Saudi tak punya pelatih sejak Jose Peseiro dipecat menyusul kegagalan negara itu di Piala Asia 2011 lalu. Arab Saudi kalah dalam tiga pertandingan penyisihan grup Piala Asia waktu itu.

Tadinya mereka membidik Ricardo Gomes sebagai pelatih, namun tak mencapai kesepakatan dengan pelatih asal Brasil itu. Mereka akhirnya memilih Rijkaard.
***

Jadwal dan Pembagian Grup Copa America


Turnamen Copa America dimulai Jumat (1/7) atau Sabtu pagi WIB dan berakhir 24 Juli 2011 di Argentina. Partai pembukaan akan mempertemukan tuan rumah Argentina versus Bolivia di Grup A. Laga ini berlangsung di kota La Plata.

Juara bertahan Brasil yang berada di Grup B baru akan memainkan partai pertamanya, Minggu (3/7) waktu setempat atau Senin WIB di La Plata. Brasil akan ditantang Venezuela.

Turnamen ini diikuti oleh 12 negara, terdiri atas 10 negara Zona Amerika Selatan (CONMEBOL) dan dua dari Amerika Utara-Tengah (CONCACAF), yakni Meksiko dan Kosta Rika.

Ke 12 negara itu dibagi dalam tiga grup; A, B dan C. Setelah melalui babak penyisihan grup dengan sistim setengah kompetisi, selanjutnya delapan tim akan lolos ke babak perempat final. Ke delapan tim itu adalah juara dan runner-up dari setiap grup ditambah dua peringkat ketiga terbaik.

Berikut adalah pembagian grup Copa America:
Grup A: Argentina, Bolivia, Kolombia, dan Kosta Rika.
Grup B: Brasil, Ekuador, Paraguay, dan Venezuela.
Grup C: Uruguay, Chile, Peru, dan Meksiko.

Jadwal Pertandingan:
Babak Penyisihan Grup, 1-13 Juli
Grup A:
Argentina vs Bolivia (1/7)
Kolombia vs Kosta Rika (2/7)
Argentina vs Kolombia (6/7)
Bolivia vs Kosta Rika (7/7)
Kolombia vs Bolivia (10/7)
Argentina vs Kosta Rika (11/7)

Grup B:
Brasil vs Venezuela (3/7)
Paraguay vs Ekuador (3/7)
Brasil vs Paraguay (9/7)
Venezuela vs Ekuador (9/7)
Paraguay vs Venezuela (13/7)
Brasil vs Ekuador (13/7)

Grup C:
Uruguay vs Peru (4/7)
Chile vs Meksiko (4/7)
Uruguay vs Chile (8/7)
Peru vs Meksiko (8/7)
Chile vs Peru (12/7)
Uruguay vs Meksiko (12/7)

Perempatfinal 16-17 Juli
(Q1) Juara Grup A vs peringkat tiga terbaik pertama
(Q2) Runner Up Grup A vs Runner Up Grup C
(Q3) Juara Grup B vs peringkat tiga terbaik kedua
(Q4) Juara Grup C vs Runner Up Grup B

Semifinal 19-20 Juli
(S1) Winner Q1 vs Winner Q2
(S2) Winner Q3 vs Winner Q4

Perebutan Posisi Ketiga, 23 Juli
Loser S1 vs Loser S2

Final 24 Juli 2011, di Buenos Aires
Winner S1 vs Winner S2
***

Turnamen Copa America dimulai Jumat (1/7) atau Sabtu pagi WIB dan berakhir 24 Juli 2011 di Argentina. Partai pembukaan akan mempertemukan tuan rumah Argentina versus Bolivia di Grup A. Laga ini berlangsung di kota La Plata.

Juara bertahan Brasil yang berada di Grup B baru akan memainkan partai pertamanya, Minggu (3/7) waktu setempat atau Senin WIB di La Plata. Brasil akan ditantang Venezuela.

Turnamen ini diikuti oleh 12 negara, terdiri atas 10 negara Zona Amerika Selatan (CONMEBOL) dan dua dari Amerika Utara-Tengah (CONCACAF), yakni Meksiko dan Kosta Rika.

Ke 12 negara itu dibagi dalam tiga grup; A, B dan C. Setelah melalui babak penyisihan grup dengan sistim setengah kompetisi, selanjutnya delapan tim akan lolos ke babak perempat final. Ke delapan tim itu adalah juara dan runner-up dari setiap grup ditambah dua peringkat ketiga terbaik.

Berikut adalah pembagian grup Copa America:
Grup A: Argentina, Bolivia, Kolombia, dan Kosta Rika.
Grup B: Brasil, Ekuador, Paraguay, dan Venezuela.
Grup C: Uruguay, Chile, Peru, dan Meksiko.

Jadwal Pertandingan:
Babak Penyisihan Grup, 1-13 Juli
Grup A:
Argentina vs Bolivia (1/7)
Kolombia vs Kosta Rika (2/7)
Argentina vs Kolombia (6/7)
Bolivia vs Kosta Rika (7/7)
Kolombia vs Bolivia (10/7)
Argentina vs Kosta Rika (11/7)

Grup B:
Brasil vs Venezuela (3/7)
Paraguay vs Ekuador (3/7)
Brasil vs Paraguay (9/7)
Venezuela vs Ekuador (9/7)
Paraguay vs Venezuela (13/7)
Brasil vs Ekuador (13/7)

Grup C:
Uruguay vs Peru (4/7)
Chile vs Meksiko (4/7)
Uruguay vs Chile (8/7)
Peru vs Meksiko (8/7)
Chile vs Peru (12/7)
Uruguay vs Meksiko (12/7)

Perempatfinal 16-17 Juli
(Q1) Juara Grup A vs peringkat tiga terbaik pertama
(Q2) Runner Up Grup A vs Runner Up Grup C
(Q3) Juara Grup B vs peringkat tiga terbaik kedua
(Q4) Juara Grup C vs Runner Up Grup B

Semifinal 19-20 Juli
(S1) Winner Q1 vs Winner Q2
(S2) Winner Q3 vs Winner Q4

Perebutan Posisi Ketiga, 23 Juli
Loser S1 vs Loser S2

Final 24 Juli 2011, di Buenos Aires
Winner S1 vs Winner S2
***

Robinho Beruntung Bisa Tinggalkan Madrid


Headline

Penyerang Brazil, Robinho mengakui cara dia meninggalkan Real Madrid sangatlah tidak baik, tapi dia tetap yakin keputusannya untuk pergi sudah tepat.
Robinho, yang saat ini memperkuat AC Milan, keluar dari Santiago Bernabeu untuk tim kaya Inggris, Manchester City, Agustus 2008 lalu. Dia pun menyesali sikapnya jelang kepergiannya dari Los Blancos. Tapi dia merasa keputusannya tepat karena merasa tidak sepenuhnya diinginkan, terutama ketika Madrid mengejar bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo.
"Terdapat dua penyesalan dalam karir saya, bagaimana saya meninggalkan Real Madrid dan bagaimana saya pergi dari Santos. Saya tidak menyesal telah pergi, tapi caranya yang kurang tepat," aku Robinho pada surat kabar Brazil, Folha.
"Di Santos kondisinya berbeda, tapi di Madrid tidak. Tapi sekarang semuanya telah usai. Biarkanlah itu semua menjadi pengalaman saya," tutur pemain berusia 27 tahun itu.
Real Madrid membuat berang Robinho saat ingin mencantumkan dia dalam kontrak pembelian Critiano Ronaldo dari MU setelah sebelumnya dijanjikan perpanjangan kontrak. Tapi ketika negosiasi dengan MU gagal, Madrid baru menyodorkan kontrak baru yang kontan ditolak Robinho, yangs saat itu mengatakan: "Lebih baik saya bekerja di toko burger dari pada bermain untuk Madrid,"
Saat ini pemain terbaik Copa America 2007 itu sedang bersiap untuk memperkuat Brazil pada partai perdana Copa America 2001 melawan Venezuela yang akan digelar di La Plata, Argentina

Ronaldo Kangen Kerasnya Liga Primer


Headline

Bomber Real Madrid Cristiano Ronaldo mengungkapkan dirinya tidak menutup kemungkinan kembali memperkuat klub Liga Primer.
Sebelum menjadi pemain Los Blancos, pemain berkebangsaan Portugal itu merasakan kerasnya bermain di Liga Primer selama enam musim bersama Manchester United.
Dalam wawancara bersama wartawan baru-baru ini, pemain berjuluk CR7 itu dengan tegas menyatakan dirinya akan kembali ke Liga Primer jika dirinya tidak lagi bermain di Madrid.
"Jika saya pergi dari Spanyol maka tujuan saya adalah Liga Premier, dan saya akan lebih memilih bergabung dengan klub di wilayah barat laut. Tapi tentu tidak sekarang, pertama kami harus memenangkan Liga Champions terlebih dahulu," ungkapnya seperti dilansir Triball-football.
Lalu klub Inggris manakah yang bakal menjadi pelabuhan Ronaldo selanjutnya? Klub asal London seperti Chelsea, Arsenal dan Tottenham Hottspur tampaknya harus gigit jari. Karena Ronaldo menegaskan ia lebih memilih klub di wilayah barat laut Inggris dibanding di kota London. "Saya tidak suka London," ungkapnya.

Pato Dan Neymar Menyalahkan Kurangnya Kreativitas


Headline

Dua penyerang Brasil, Alexandre Pato dan Neymar menyalahkan kurangnya kreativitas didepan gawang saat mereka hanya bisa bermain imbang tanpa gol dengan Venezuela di Copa America.

Juara dunia lima kali itu diprediksi dapat menang mudah pada pertandingan pertama grup B tersebut, Senin dini hari (4/7), tapi mereka hanya punya dua peluang sepanjang laga dan kedua-duanya gagal menembus gawang lawan.

Setelah pertandingan, Pato, yang tendangannya membentur mistar pada babak pertama, menyatakan timnya harus terus berusaha.

"Saya telah berusaha, tapi sayang bola membentur mistar. Permainan berjalan tidak seperti yang kitra harapkan. Sekarang kami harus melupakan tentang pertandingan ini," ujar Pato usai laga.

Sementara itu, Neymar, yang terlihat tidak terlalu frustasi usai laga tersebut, mengatakan Sellecao harus lebih efektif dalam menuntaskan peluang pada pertandingan berikut melawan Paraguay.

"Ini pertandingan yang cukup bagus dan tim bermain baik. Kami harus berusaha lebih pada penyelesaian. Kami ingin menang, selalu begitu. Tidak ada gol yang tercipta, tapi kami akan terus berlatih minggu ini untuk pertandingan berikut," tutur pemain sensasional Santos tersebut.

Brasil sebenarnya menguasai jalannya pertandingan, tapi gagal menembus rapatnya pertahanan Venezuela. Bek Brasil, Thiago Silva pun meminta maaf atas kegagalan ini.

"Kami minta maaf, karena jika kita bisa mencetak gol pada babak pertama, pertandingan pasti akan berbeda," ujar pemain AC Milan tersebut.

Brasil Tak Mampu Kalahkan Venezuela.


Headline

Pelatih Timnas Brasil Mano Menezes menilai pasukannya tampil terlalu ‘lugu’ sehingga mudah dibaca oleh Venezuela pada laga perdana Grup B Copa America.
Sang juara bertahan yang diprediksi menang mudah atas Venezuela, kesulitan membongkar pertahanan lawannya dan harus puas dengan hasil akhir tanpa gol, meski Neymar dkk unggul dalam penguasaan bola.
Menezes terlihat kesal dengan hasil itu, tetapi yakin pula bahwa para pemainnya akan belajar dari laga ini untuk menyambut dua laga di Grup B berikutnya.
“Hasilnya buruk, karena kami bermain lebih baik dari Venezuela. Kami mengendalikan permainan dan mengambil alih inisiatif, tetapi sayangnya ragu-ragu saat mengambil sejumlah keputusan, terutama untuk menemukan orang yang tepat saat akan melakukan penyelesaian akhir,” ujarnya seperti dilansir Goal.
“Kami terlalu polos. Bola diberikan kepada pemain yang bermain melebar, tetapi mereka terlalu jauh dari (Alexandre) Pato dan permainan tak bisa mengalir. Ini sesuatu yang harus kami perbaiki sepanjang pekan ini,” lanjut Menezes.
Sang pelatih juga mengeluhkan kondisi buruk di lapangan yang membuat pertandingan tak bisa berjalan lebih cepat, namun ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan alasan timnya gagal menang.
“Saya lihat lapangan membuat kami tak bisa bermain lebih cepat dan lebih berkualitas. Bagaimanapun, bukan itu masalah kami. Kami harus mengevaluasi penampilan kami dan melakukan sejumlah perbaikan,” pungkas pelatih Tim Samba tersebut.

Cile berhasil membekuk Meksiko 2-1


Headline

San Juan - Cile berhasil membekuk Meksiko pada laga perdananya di Grup C Copa America 2011. Humberto Suazo menjadi pemain kunci pada laga tersebut.
Permainan langsung terbuka sejak menit awal pertandingan, namun Cile tampak lebih menguasai pertandingan. Serangan demi serangan dibangun dengan mengandalkan kreativitas Alexis Sanchez, Arturo Vidal dan Humberto Suazo. Di kubu Meksiko, yang tak bisa menyertakan bomber Manchester United Javier Hernandez mengandalkan serangan yang dimotori Giovanni Dos Santos. Alexis Sanchez melepaskan tendangan spekulatif dari luar kotak penalti, namun masih jauh dari sasaran. Waldo Ponche membuka peluang bagi Cile, namun tembakannya masih dapat dijinakkan Luis Michel pada menit ke-12.

Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan Cile, tembakan ke gawang kembali merepotkan Luis Michel, yakni lewat Humberto Suazo pada menit ke-28, sementara percobaan dari luar kotak penalti masih lewat Suazo melebar di samping tiang gawang.
Asyik menyerang, justru Cile kebobolan lewat gol sundulan Nestor Alejandro pada menit ke-40, berawal dari umpan jauh dari sayap kanan.

Kedudukan 1-0 untuk Meksiko ini bertahan hingga wasit Juan Soto mengakhiri babak pertama.
Tertinggal satu gol tak membuat Cile merubah permainannya. Mereka terus bermain terbuka, mengalirkan bola dengan cukup cepat dari kaki ke kaki, menekan pertahanan Meksiko.
Serangan demi serangan yang dibangun akhirnya berbuah hasil pada menit ke-67. Esteban Paredes menyetak gol penyeimbang, memanfaatkan kemelut di depan gawang Meksiko yang berawal dari sepak pojok.

Gol ini segera digandakan Arturo Vidal lima menit kemudian. Kembali berawal dari sepak pojok, kali ini Vidal langsung menyambutnya dengan sundulan, menyarangkan bola ke tiang jauh yang tak terjangkau kiper Luis Michel. 2-1 Cile berbalik unggul.
Lepas dari tekanan, Cile bermain lebih lepas dan lebih cepat, membuat Meksiko semakin tak berkutik di pertengahan babak kedua. Namun sejumlah kesalahan umpan yang terjadi dari lini tengah ke lini depan membuat penguasaan bola Cile berakhir sia-sia.

Namun di akhir laga, Meksiko yang sudah pasrah justru tampil lepas dan membuat dua buah peluang matang. Tendangan Edgar Pacheco yang berdiri bebas di sisi kiri kotak penalti berhasil dijinakkan kiper Claudio Bravo. Begitu pula dengan sundulan Diego Reyes di menit 89, mengarah tepat ke pelukan Bravo.
Wasit pun mengakhiri laga dengan kedudukan 2-1 untuk Cile.

SUSUNAN PEMAIN:
Meksiko (3-5-2): Claudio Andres Bravo; Pablo Contreras, Waldo Ponce, Gonzalo Jara; Matas Fernandez (Carlos Carmona 83’), Jean Beausejour (Esteban Paredes 59’), Arturo Vidal, Gary Medel, Mauricio Isla; Alexis Sanchez, Humberto Suazo

Cile (3-4-3): Luis Michel; Hiram Ricardo Mier Alanis, Nestor Alejandro Araujo Razo, Hector Reynoso Lopez; Paul Aguilar, Darvin Francisco Chavez, Jorge Enriquez Garcia, Diego Reyes Rosales; Giovani Dos Santos, Javier Aquino Carmona (Oribe Peralta Morones 74’), Rafael Marquez Lugo (Edgar Ivan Pacheco Rodrguez 88’)

Saturday, July 2, 2011

Riedl Umumkan Pemain Timnas Senior & Timnas U-23


Alfred Riedl - Indonesia (GOAL.com/Donny Afroni)   
Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl akhirnya mengumumkan nama-nama pemain yang akan memperkuat timnas senior di Pra-Piala Dunia 2014 dan timnas U-23 di Piala AFF U-23.

Alfred Riedl akhirnya memasukkan nama Boaz Salossa dalam skuad timnas senior. Riedl menilai Boaz layak diberikan kesempatan kedua karena telah menampilkan performa fantastis di liga domestik sehingga mendapatkan dua gelar pribadi sekaligus yaitu pemain terbaik Superliga dan top skor Superliga.

"Boaz bermain bagus selama musim lalu dan ia layak mendapat kesempatan kedua. Saat Persipura bermain di Jakarta ia juga sempat menghampiri saya. Itu tanda-tanda yang bagus. Tapi, jika ia kembali tidak datang, maka akan kami coret," ujar Riedl dalam jumpa pers.

Tetapi Riedl tidak memberikan kesempatan kepada Titus Bonai. Menurutnya, Tibo telah diberikan banyak kesempatan, namun dia selalu berbuat ulah. "Di timnas Pra-Olimpiade lalu, ia mabuk di Hongkong, dan mabuk lagi di Jakarta. Setelah itu, ia kabur dari tempat latihan. Ia sudah mendapat banyak kesempatan," tegas Riedl

Selain itu tampaknya Riedl juga memutuskan untuk tetap tidak memanggil pemain-pemain yang mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) seperti Irfan Bachdim, Kim Jeffrey Kurniawan, dan Andik Vermansyah. Pemain-pemain yang dikabarkan akan dinaturalisasi yaitu Stefano Lilipaly, Jhonny van Beukering dan Serginho van Dijk juga masih belum dimasukkan oleh Riedl.

Berikut adalah skuad timnas senior:

Kiper: Markus Horison (Persib Bandung), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Kurnia Meiga (Arema Indonesia).

Bek: Hamka Hamzah (Persipura Jayapura), Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura), Muhammad Roby (Persisam Putra Samarinda), Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya FC), Wahyu Wiji Astanto (Persiba Bantul), Mohammad Nasuha (Persija Jakarta), Beny Wahyudi (Arema Indonesia), Zulkifli Syukur (Arema Indonesia), Supardi (Sriwijaya FC).

Gelandang: Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC), Arif Suyono (Sriwijaya FC), Muhammad Ridwan (Sriwijaya FC), Muhammad Ilham (Persija Jakarta), Firman Utina (Sriwijaya FC), Ahmad Bustomi (Arema Indonesia), Eka Ramdani (Persib Bandung), Tony Sucipto (Persija Jakarta), Egi Malgiansyah (Pelita Jaya).

Striker: Cristian Gonzales (Persib Bandung), Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Boaz Salossa (Persipura Jayapura), Ferdinand Sinaga (Persiwa Wamena).


Berikut adalah skuad timnas U-23:

Kiper: Johan Angga Kusuma, Rifki Deython Mokodompit, Chairul Nasri.

Bek: Abdul Rachman, Irfan Raditya, Septia Hadi, Djayusman Triasdi, Fauzan Djamal, Joko Sidik, Hasim Kipau, Herry Susilo.

Gelandang: Dendi Santoso, Stevie Bonsapia, Zulham Zamrun, Joko Sasongko, Mahadirga Lasut, Johan Juansyah, Hendro Siswanto, Munadi, Dedy Kusnandar.

Penyerang: Yongki Aribowo, Jajang Mulyana, Patrick Wanggai, Rishadi Fauzi, Aris Alfiansyah.
 

Luis Suarez Akui Ingin Bermain Di Barcelona

Luis Suarez - Liverpool (Getty Images)  

Striker Liverpool Luis Suarez mengakui memiliki keinginan bermain bersama Barcelona suatu saat nanti.

Suarez kini memiliki seorang agen, yakni Pere Guardiola, yang kebetulan saudara dari pelatih Azulgrana Pep Guardiola. Meski agennya memiliki hubungan sangat dekat dengan Guardiola, namun Suarez menjamin hal itu tidak akan berpengaruh terhadap karirnya.

"Sebelum bertemu dengan Pere Guardiola, agen saya yang sekarang, saya memiliki ilusi, bermimpi bisa bermain bersama Barcelona. Tentunya, Pere adalah orang yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Barcelona karena saudaranya. 
Tapi, hubungan kerja sepenuhnya berbeda. Jika Guardiola menginginkan saya, jadi tak masalah siapa yang mewakili saya," ujar Suarez dalam sebuah wawancara dengan Don Balon.

Suarez juga mengatakan dirinya tidak memiliki tekanan untuk bisa meraih sukses bersama Liverpool.

Suarez juga berharap bisa membawa timnas Uruguay memenangi Copa America yang berlangsung di Argentina.

Xavi Tak Takut Bersaing Dengan Fabregas

Xavi Hernandez, Cesc Fabregas, Barcelona, Arsenal (Getty Images) 

Saat Cesc Fabregas di Arsenal, hampir semua pemain Barcelona kompak bersuara menghendaki dirinya bergabung dengan mereka. Tidak terkecuali gelandang Xavi Hernandez yang berharap Fabregas kembali ke Camp Nou.

Kini, harapan itu mendekati kenyataan. Fabregas akan dibeli Barce dengan harga €35 juta. Arsenal pun tak keberatan dengan penawaran Barca.

Kabar kepindahan Fabregas ke Barca makin santer saat wakil presiden AC Milan Adriano Galliani mengungkapkan tidak akan merekrut gelandang berusia 24 itu. Pasalnya, sudah ada klub lain yang mendapatkannya.

Hanya, kedatangan Fabregas bakal menjadikan Xavi terancam. Keduanya menempati posisi sama dan jago dalam melepaskan umpan akurat. Namun Xavi tegaskan tak masalah bila yuniornya di tim nasional Spanyol ini bergabung. Dirinya tak takut bersaing dengan Fabregas.

"Kompetisi itu hal yang bagus. Cesc pemain yang istimewa. Bila jadi bergabung, dia akan memberi kontribusi bagi tim," kata Xavi.

Ditambahkannya, "Saya tidak takut untuk bersaing. Secara fisik, saya dalam kondisi bagus. Saya juga selalu termotivasi. Tahun lalu, saya mengalami masalah karena cedera achiles. Kini, semuanya sudah teratasi. Saya akan mencoba melakukan yang terbaik."

Diarra Masih Bahagia Di Madrid


Lassana Diarra (France) 

Lassana Diarra menegaskan bahwa dirinya hanya berkenan hijrah ke Manchester United apabila memang harus meninggalkan Real Madrid.

Gelandang tangguh asal Prancis tersebut hanya tertarik pindah ke Old Trafford daripada bergabung dengan Juventus atau Galatasaray yang telah mengajukan penawaran untuk mendapatkannya.

Sementara itu, pelatih Real Madrid Jose Mourinho masih belum yakin akan melepas Diarra atau tidak pada bursa transfer musim panas nanti.

Tetapi Diarra sendiri sudah semakin tidak nyaman berada di Santiago Bernabeu setelah kedatangan dua gelandang tengah, yaitu Nuri Sahin dan Hamit Altintop.

Seperti yang di tegaskan manager Diarra,bahwa ia masih merasa bahagia dan nyaman di Madrid,belum berfikir untuk hengkang,seperti yang di beritakan banyak media di Spanyol.
Diarra sendiri tampil sangat impresif di musim lalu,dan selalu menjadi pilihan utama The Special one di tengah,bahkan menggeser popularitas Kaka'

Obama Bandingkan Diri Dengan Lionel Messi


Barack Obama, United States (PA) 

Presiden Amerika Serikat Barack Obama melabeli dirinya sebagai Lionel Messi-nya dunia politik.

Hal itu diungkapkan Obama dalam pidatonya, usai menemui juara Major League Soccer (MLS), Colorado Rapids di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (29/6).

Saat pertemuan terjadi, Obama diberikan sebuah kostum dengan nomor punggung sepuluh oleh Direktur Colorado Rapids, Jeff Plush.

Setelah menerima kostum itu, Obama berkata, "Saya melihat pemain Barcelona, Lionel Messi. Pemain tersebut seperti saya," kata Obama sambil bercanda.

Obama menyebut dirinya sebagai ayah sepakbola. Pasalnya, dua anak Obama, Malia dan Sasha, merupakan pemain sepak bola di sekolah mereka. Tak lupa ia juga mengucapkan selamat kepada juara MLS tersebut.