Showing posts with label Copa America. Show all posts
Showing posts with label Copa America. Show all posts

Monday, July 25, 2011

Diego Forlan (AP)
Uruguay akhirnya memastikan diri sebagai negara terbanyak meraih gelar Copa America. La Celeste tercatat mengoleksi 15 gelar Copa America.

Uruguay hanya unggul satu gelar dibandingan dengan Argentina yang telah mengoleksi 14 gelar Copa America. Terakhir, Uruguay meraih gelar bergengsi di Amerika Latin ini tahun 1995.

Uruguay menambah koleksi gelarnya setelah mengalahkan Paraguay di partai final Copa America 2011. Uruguay menang dengan skor 3-0.

Bermain di Stadion Monumental Antonio Vespucio Liberti, Kamis, 25 Juli 2011 dini hari, ketangguhan Uruguay sudah terlihat di babak pertama. Pasukan Oscar Tabarez sudah unggul 2-0 di babak pertama.

Dua gol Uruguay disarangkan oleh striker Luis Suarez pada menit ke-13. Sedangkan gol kedua Uruguay dicetak oleh Diego Forlan. Skor 2-0 akhirnya bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Paraguay yang tertinggal dua gol langsung tancap gas. Namun, beberapa peluang yang di dapat Nelson Valdez belum mampu menjebol gawang Uruguay yang dijaga ketat kiper Fernando Muslera.

Meski sudah unggul 2-0, Uruguay tetap tampil agresif. Puncaknya, sebelum laga usai Uruguay justru kembali menambah koleksi golnya menjadi 3-0. Gol ketiga Uruguay dicetak oleh Forlan pada menit ke-90 setelah memanfaatkan kelengahan pemain belakang lawan.

Susunan pemain


Uruguay: Néstor Fernando Muslera, Diego Lugano, Victor Maximiliano Pereira, José Martín Caceres (Diego Godín 88'), Sebastian Coates, Diego Pérez (Sebastián Eguren Vazquez 69'), Álvaro Pereira (Edison Cavani 63'), Alvaro González, Egidio Arévalo, Diego Martín Forlán, Luis Suárez.

Paraguay:
Justo Villar, Dario Verón, Elvis Marecos, Iván Piris, Paulo Da Silva, Néstor Ortigoza, Cristian Riveros, Víctor Cáceres (Hernán Pérez 64'), Enrique Vera (Marcelo Estigarribia 64'), Pablo Zeballos (Lucas Barrios 76), Nélson Haedo Váldez.
• VIVAnews

Wednesday, July 20, 2011

Paraguay Tantang Uruguay di Final Copa America 2011

Paraguay Tantang Uruguay di Final Copa America 2011Paraguay berhasil mengamankan tiket ke final Copa America setelah menyisihkan Venezuela melalui drama adu penalti yang berakhir dengan hasil 5-3. Di partai puncak, Paraguay bakal menantang Uruguay.

Drama adu penalti ini terpaksa dilakukan setelah selama 120 menit kedua tim hanya bisa bermain tanpa gol. Dalam adu tos-tosan tersebut, kiper Paraguay Justo Villar berhasil mengamankan eksekusi dari Franklin Lucena. Sedangkan, lima eksekutor penalti Paraguay berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Tampil di depan ribuan pendukung yang memadati Estadio Malvinas Argentinas, Mendoza, Kamis (21/7) pagi WIB, Paraguay dan Venezuela langsung berusaha saling menyerang sejak peluit baru ditiup wasit. Paraguay membuka lebih awal ancamannya di menit keempat melalui aksi Haedo Valdez. Sayangnya, kerjasama Valdez dengan Lucas Barrios belum bisa menemukan sasaran yang sempurna.

Tiga menit berselang giliran Venezuela balik menyerang lewat kerjasama yang apik antara Juan Arango dan Gabriel Cichero. Tapi, tendangan Cichero dari jarak jauh itu masih belum membuat Justo Villar mengalami kesulitan.

Memasuki menit kedelapan, Paraguay nyaris saja memperoleh keunggulan. Namun, ketika itu kiper Renny Vicente Vega dengan cekatan melakukan penyelamatan terhadap tendangan bebas dari Dario Veron. Sedangkan, satu peluang berharga yang didapat Venezuela terjadi saat babak pertama menyisakan dua menit waktu normal. Bola tandukan kepala Alejandro Moreo saat itu hanya membentur mistar gawang dan selamatlah gawang Paraguay dari kebobolan.
Kedudukan tidak berubah hingga babak kedua pertandingan dan babak perpanjangan waktu. Laga akhirnya harus diselesaikan lewat drama adu penalti.

Saturday, July 16, 2011

Argentina Akhirnya Tersingkir



Argentina harus mengubur impiannya untuk menjuarai Copa America 2011 di negaranya sendiri. Kegagalan Carlos Tevez dalam mengeksekusi penalti membuat Argentina takluk 4-5 dari Uruguay di babak adu penalti dalam laga perempat final, Minggu (17/7/2011) WIB. Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Justru Uruguay yang mampu mencetak gol pertama pada menit ke-5. Berawal dari tendangan bebas Diego Forlan, Martin Caceres mengancam lewat tandukannya. Bola memang berhasil diselamatkan oleh kiper Argeintina, Sergio Romero. Tapi bola muntah berhasil dimanfaatkan oleh Diego Perez yang langsung menyosor bola ke dalam gawang dengan kaki kanannya.

Tertinggal 1-0, Argentina mencoba mengontrol pertandingan. Pasukan "Albiceleste" berupaya keras membongkar pertahanan Uruguay yang tampil cukup disiplin. Diego Lugano dkk tampil tanpa kompormi dalam menghalau serangan Argentina.

Usaha Argentina pun membuahkan hasil pada menit ke-18. Umpan cemerlang dari Lionel Messi disambut tandukan terukur dari Higuain. Bola pun meluncur mulus ke dalam gawang tanpa bisa dihalau oleh Muslera, 1-1.

Namun akhirnya Argentina harus merelakan tiket semi final setelah kalah adu pinalty 5-4,Tevez adalah satu satunnya algojo yang gagal memasukan bola ke gawang Uruguay lewat titik putih,dengan kemenangan ini Uruguay siap menghadapi Peru yang lebih dulu melaju ke semifinal setelah tundukan Kolombia 2-0.

Peru Negara Pertama ke Semifinal Copa America

 

Peru menjadi negara pertama yang memastikan tiket ke semifinal Copa America setelah menekuk Kolombia 2-0, Sabtu 16 Juli 2011 (Minggu dini hari WIB). Hasil ini diraih dengan susah payah oleh Peru melalui perpanjangan waktu 2x15 menit.

Bertanding di Estadio Mario Alberto Kempes, Cordoba, kedua tim bermain imbang 0-0 pada waktu normal. Kolombia sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol di waktu normal ketika mendapat hadiah penalti di menit 65. Sayangnya Radamel Falcao yang menjadi algojo gagal menunaikan tugas dengan baik.

Masuk waktu tambahan, Peru akhirnya bisa memecah kebuntuan ketika Carlos Lobaton mencetak gol pertama di menit 102. Hanya berselang sepuluh menit kemudian, Peru menambah keunggulan lewat Carlos Vargas. Itu menjadi gol terakhir yang terjadi dan menutup skor 2-0 untuk Peru.

Di semifinal, Peru akan menanti pemenang pertandingan antara tuan rumah Argentina melawan Uruguay. Pertandingan terakhir yang disebut akan berlangsung sekitar satu jam lagi.• VIVAnews

Tuesday, July 12, 2011

Uruguay Melaju Ke Perempat Final

Uruguay akhirnya bisa bernafas lega setelah sukses mengantongi tiket perempat final Copa America 2011. Uruguay lolos setelah mengalahkan Meksiko dalam penyisihan Grup C dengan skor tipis 1-0.

Uruguay lolos setelah menjadi runner up Grup C dengan mengoleksi lima poin. Sedangkan Meksiko harus angkat koper dari Copa America setelah menjadi penghuni dasar grup. Uruguay akan menemani Chile yang sudah lolos ke perempat final terlebih dahulu setelah menempati puncak Grup C dengan mengoleksi tujuh poin.

Kemenangan ini adalah kemenangan pertama Uruguay di penyisihan Grup C. Dalam dua laga sebelumnya Uruguay selalu memetik hasil imbang 1-1 saat lawan Peru dan Chile.

Bermain di Stadion Ciudad de La Plata, Rabu, 13 Juli 2011, Uruguay yang sejak awal mengejar tiga poin tampil ngotot sepanjang 45 menit pertama. Pasukan Oscar Tabarez tanpa ampun terus menggempur pertahanan lini belakang Meksiko.

Gol Uruguay baru terjadi pada menit ke-15. Gol dicetak oleh Álvaro Pereira.

Unggul 1-0 belum membuat Uruguay mengendorkan serangan. Dua strikernya Diego Martín Forlán dan Luis Suárez beberapa kali mengancam gawang Uruguay. Namun, tendangannya belum mampu merobek gawang Luis Michel. Hingga turun minum, tidak ada gol lagi yang tercipta.

Memasuki babak kedua, Uruguay juga masih tampil agresif. Namun, lagi-lagi tendangan Forlan dan Suarez di pertengahan babak kedua juga masih melenceng jauh dari gawang Meksiko.

Pada menit ke-79, Meksiko nyaris membuyarkan mimpi Uruguay untuk lolos ke perempat final setelah gawang Uruguay dijebol Rafael Márquez Lugo. Beruntung, hakim garis jeli dan melihat Lugo dalam posisi off side.

Hingga laga berakhir, Uruguay mampu mengamankan kemenangan dengan skor tipis 1-0. Di perempat final, Uruguay akan bertemu Argentina pada 16 Juli di Santa Fe. Kedua negara ini punya koleksi masing-masing 14 gelar juara Copa.

Susunan pemain

Uruguay: Néstor Fernando Muslera, Álvaro Pereira, Diego Lugano, Victor Maximiliano Pereira, Sebastian Coates, Cristian Gabriel Rodríguez (Sebastián Eguren Vazquez 83'), Diego Pérez, Alvaro González (Nicolás Lodeiro 68'), Egidio Arévalo, Diego Martín Forlán (Sebastián Abreu 89'), Luis Suárez.

Meksiko: Luis Michel, Paul Aguilar (Javier Aquino Carmona 45'), Darvin Francisco Chávez, Hiram Ricardo Mier Alanís, Héctor Reynoso López, Jorge Enriquez Garcia, Miguel Ponce (Edgar Iván Pacheco Rodríguez 70'), Diego Reyes Rosales, Néstor Alejandro Araujo Razo, Giovani Dos Santos (Oribe Peralta Morones 45'), Rafael Márquez Lugo. (umi) • VIVAnews

Monday, July 11, 2011

Messi-Aguero Jadi Bintang

Bintang lapangan di pertandingan ini adalah Lionel Messi dan Sergio Aguero.
Messi, yang diplot menjadi pengatur serangan nampak nyaman dengan perannya itu.
Posisi bebas yang diberikan untuk pemain berjuluk el pulga alias si kutu ini membuatnya sulit dijaga barisan gelandang dan pertahanan Kosta Rika.
Beberapa kali umpan terobosan Messi membuat Aguero atau Higuain memiliki peluang. Namun sayang penyelesaian akhir yang belum sempurna membuat gol tak kunjung datang untuk Argentina.
Beruntung, di penghujung babak pertama Aguero mencetak gol pertama untuk Tango.
Menantu Diego Maradona ini memanfaatkan bola liar akibat tendangan keras Fernando Gago yang tak bisa diamankan kiper Kosta Rika, Lionel Moreira.
Di babak kedua, Argentina menambah dua gol lagi. Umpan terobosan Messi berhasil dimanfaatkan Aguero sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Dan, gol pemantap kemenangan Argentina dicetak menit ke-63. Kali ini, pemain sayap Real Madrid Angel Di Maria yang menorehkan nama di papan skor juga memanfaatkan umpan terukur Lionel Messi.

Argentina Lolos ke Perempat Final


Perjuangan Argentina selama 90 menit membuahkan hasil. Argentina dipastikan lolos ke perempat final Copa America 2011 setelah mengalahkan Kosta Rika, Selasa pagi WIB. Baru kali ini tim Tango cetak kemenangan setelah di dua partai sebelumnya selalu bermain imbang.

Argentina menang dengan skor 3-0. Dengan kemenangan ini, Argentina mengoleksi lima poin dan berada di urutan dua Grup A. Sedangkan Kosta Rika turun ke posisi tiga dengan mengoleksi tiga poin.

Bermain di Stadion Mario Alberto Kempes, Selasa, 12 Juli 2011, Tim Tango sejak menit awal yang ingin mengejar kemenangan tampil sangat agresif. Lionel Messi yang diplot sebagai pengatur serangan sering kali merepotkan barisan pertahanan Kosta Rika.

Pada menit-menit awal, Argentina sempat kesulitan menembus pertahanan lawan. Tendangan Messi, Gonzalo Higuaín dan Sergio Aguero beberapa kali hanya melambung di atas mistar gawang.

Pemain Argentina baru bisa tersenyum beberapa detik sebelum turun minum atau pada menit ke-45. Adalah Aguero yang memecah kebuntuan dengan menyarangkan satu golnya di babak pertama. Gol terjadi setelah Aguero memanfaatkan bola muntahan.

Memasuki babak kedua, permainan Argentina semakin agresif. Satu gol yang sudah ada dalam genggaman belum memuaskan pasukan Sergio Batista.

Pada menit ke-52, lagi-lagi Aguero sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol terjadi setelah Aguero memanfaatkan umpan matang dari Messi. Dengan tenang, Aguero melesakkan bola yang tidak mampu ditepis oleh kiper Leonel Moreira.

Unggul 2-0 Argentina terus melakukan tekanan. Gawang Kosta Rika kembali jebol pada menit 63. Kali ini giliran Ángel Di María menyumbang satu gol. Gol ini juga berkat umpan matang Messi.

Sampai menit akhir, tidak ada gol lagi yang tercipta. Skor berakhir 3-0 untuk kemenangan Argentina. (ren)

Susunan pemain

Argentina: Sergio Germán Romero, Javier Zanetti, Gabriel Milito, Nicolás Burdisso, Pablo Javier Zabaleta, Javier Mascherano, Sergio Agüero, Lionel Messi, Fernando Gago, Ángel Di María (Lucas Rodrigo Biglia 79'), Gonzalo Higuaín (Javier Pastore 79').

Kosta Rika: Leonel Moreira, Johnny Acosta, Oscar Duarte Gaitán, Francisco Calvo (Randall Brenes 45'), Jose Cubero, Cesar Elizondo (Luis Miguel Valle 56'), Pedro Leal, Heiner Mora, José Andrés Salvatierra, Josue Martínez (Diego Madrigal 45'), Joel Campbell. 

• VIVAnews

Tuesday, July 5, 2011

Jadwal dan Pembagian Grup Copa America


Turnamen Copa America dimulai Jumat (1/7) atau Sabtu pagi WIB dan berakhir 24 Juli 2011 di Argentina. Partai pembukaan akan mempertemukan tuan rumah Argentina versus Bolivia di Grup A. Laga ini berlangsung di kota La Plata.

Juara bertahan Brasil yang berada di Grup B baru akan memainkan partai pertamanya, Minggu (3/7) waktu setempat atau Senin WIB di La Plata. Brasil akan ditantang Venezuela.

Turnamen ini diikuti oleh 12 negara, terdiri atas 10 negara Zona Amerika Selatan (CONMEBOL) dan dua dari Amerika Utara-Tengah (CONCACAF), yakni Meksiko dan Kosta Rika.

Ke 12 negara itu dibagi dalam tiga grup; A, B dan C. Setelah melalui babak penyisihan grup dengan sistim setengah kompetisi, selanjutnya delapan tim akan lolos ke babak perempat final. Ke delapan tim itu adalah juara dan runner-up dari setiap grup ditambah dua peringkat ketiga terbaik.

Berikut adalah pembagian grup Copa America:
Grup A: Argentina, Bolivia, Kolombia, dan Kosta Rika.
Grup B: Brasil, Ekuador, Paraguay, dan Venezuela.
Grup C: Uruguay, Chile, Peru, dan Meksiko.

Jadwal Pertandingan:
Babak Penyisihan Grup, 1-13 Juli
Grup A:
Argentina vs Bolivia (1/7)
Kolombia vs Kosta Rika (2/7)
Argentina vs Kolombia (6/7)
Bolivia vs Kosta Rika (7/7)
Kolombia vs Bolivia (10/7)
Argentina vs Kosta Rika (11/7)

Grup B:
Brasil vs Venezuela (3/7)
Paraguay vs Ekuador (3/7)
Brasil vs Paraguay (9/7)
Venezuela vs Ekuador (9/7)
Paraguay vs Venezuela (13/7)
Brasil vs Ekuador (13/7)

Grup C:
Uruguay vs Peru (4/7)
Chile vs Meksiko (4/7)
Uruguay vs Chile (8/7)
Peru vs Meksiko (8/7)
Chile vs Peru (12/7)
Uruguay vs Meksiko (12/7)

Perempatfinal 16-17 Juli
(Q1) Juara Grup A vs peringkat tiga terbaik pertama
(Q2) Runner Up Grup A vs Runner Up Grup C
(Q3) Juara Grup B vs peringkat tiga terbaik kedua
(Q4) Juara Grup C vs Runner Up Grup B

Semifinal 19-20 Juli
(S1) Winner Q1 vs Winner Q2
(S2) Winner Q3 vs Winner Q4

Perebutan Posisi Ketiga, 23 Juli
Loser S1 vs Loser S2

Final 24 Juli 2011, di Buenos Aires
Winner S1 vs Winner S2
***

Turnamen Copa America dimulai Jumat (1/7) atau Sabtu pagi WIB dan berakhir 24 Juli 2011 di Argentina. Partai pembukaan akan mempertemukan tuan rumah Argentina versus Bolivia di Grup A. Laga ini berlangsung di kota La Plata.

Juara bertahan Brasil yang berada di Grup B baru akan memainkan partai pertamanya, Minggu (3/7) waktu setempat atau Senin WIB di La Plata. Brasil akan ditantang Venezuela.

Turnamen ini diikuti oleh 12 negara, terdiri atas 10 negara Zona Amerika Selatan (CONMEBOL) dan dua dari Amerika Utara-Tengah (CONCACAF), yakni Meksiko dan Kosta Rika.

Ke 12 negara itu dibagi dalam tiga grup; A, B dan C. Setelah melalui babak penyisihan grup dengan sistim setengah kompetisi, selanjutnya delapan tim akan lolos ke babak perempat final. Ke delapan tim itu adalah juara dan runner-up dari setiap grup ditambah dua peringkat ketiga terbaik.

Berikut adalah pembagian grup Copa America:
Grup A: Argentina, Bolivia, Kolombia, dan Kosta Rika.
Grup B: Brasil, Ekuador, Paraguay, dan Venezuela.
Grup C: Uruguay, Chile, Peru, dan Meksiko.

Jadwal Pertandingan:
Babak Penyisihan Grup, 1-13 Juli
Grup A:
Argentina vs Bolivia (1/7)
Kolombia vs Kosta Rika (2/7)
Argentina vs Kolombia (6/7)
Bolivia vs Kosta Rika (7/7)
Kolombia vs Bolivia (10/7)
Argentina vs Kosta Rika (11/7)

Grup B:
Brasil vs Venezuela (3/7)
Paraguay vs Ekuador (3/7)
Brasil vs Paraguay (9/7)
Venezuela vs Ekuador (9/7)
Paraguay vs Venezuela (13/7)
Brasil vs Ekuador (13/7)

Grup C:
Uruguay vs Peru (4/7)
Chile vs Meksiko (4/7)
Uruguay vs Chile (8/7)
Peru vs Meksiko (8/7)
Chile vs Peru (12/7)
Uruguay vs Meksiko (12/7)

Perempatfinal 16-17 Juli
(Q1) Juara Grup A vs peringkat tiga terbaik pertama
(Q2) Runner Up Grup A vs Runner Up Grup C
(Q3) Juara Grup B vs peringkat tiga terbaik kedua
(Q4) Juara Grup C vs Runner Up Grup B

Semifinal 19-20 Juli
(S1) Winner Q1 vs Winner Q2
(S2) Winner Q3 vs Winner Q4

Perebutan Posisi Ketiga, 23 Juli
Loser S1 vs Loser S2

Final 24 Juli 2011, di Buenos Aires
Winner S1 vs Winner S2
***

Kolombia Ogah Jadi Favorit Juara


Headline

 Jadi satu-satunya tim yang sejauh ini meraih kemenangan para partai perdana Copa America, Kolombia pun langsung disematkan menjadi favorit juara. Tapi tim asuhan Hernan Darios Gomez itu tidak senang atas sebutan tersebut.
Kolombia mengatakan masih terlalu dini untuk menjadi favorit walaupun saat ini menjadi pemimpin grup A berkat kemenangan atas Kosta Rika.

Hasil imbang Argentina dengan Bolivia membuat Albiceleste akan menyerang Kolombia pada saat keduanya bentrok pada Kamis pagi WIB (7/7). Dario Gomez pun menyatakan timnya belum pasti memegang tiket lolos kebabak berikutnya pada akhir pertandingan tersebut.

"Kami akan melawan tim favorit yang tersandung dipertandingan lalu. Tapi Argentina punya pemain dan pelatih yang luar biasa. Merekalah favoritnya, mereka akan kembali kejalurnya," ujar Dario Gomez merendah, seperti yang dikutip worldfootball.com

"Kami jelas-jelaslah bukan favorit," tegasnya.

Argentina sudah tidak merasakan trofi bergengsi sejak 1993, dan ingin mendapatkan hasil maksimal didepan publik sendiri. Tapi Kolombia, juara Copa America 2001, berniat untuk memberikan perlawanan keras.

"Tim ini akan bermain lebih karena kami punya banyak pemain bagus," sambung Dario Gomez.

Selain sang pelatih, penyerang andalan Los Cafeteros, Radamel Falcao siap memberikan kejutan.

"Kami punya beberapa hari persiapan untuk (laga) ini. Pertandingan akan lebih terbuka karena Argentina akan mengejar kemenangan, jadi ini akan berbeda dengan Kosta Rika," tutur penyerang subur milik Porto tersebut.

Pato Dan Neymar Menyalahkan Kurangnya Kreativitas


Headline

Dua penyerang Brasil, Alexandre Pato dan Neymar menyalahkan kurangnya kreativitas didepan gawang saat mereka hanya bisa bermain imbang tanpa gol dengan Venezuela di Copa America.

Juara dunia lima kali itu diprediksi dapat menang mudah pada pertandingan pertama grup B tersebut, Senin dini hari (4/7), tapi mereka hanya punya dua peluang sepanjang laga dan kedua-duanya gagal menembus gawang lawan.

Setelah pertandingan, Pato, yang tendangannya membentur mistar pada babak pertama, menyatakan timnya harus terus berusaha.

"Saya telah berusaha, tapi sayang bola membentur mistar. Permainan berjalan tidak seperti yang kitra harapkan. Sekarang kami harus melupakan tentang pertandingan ini," ujar Pato usai laga.

Sementara itu, Neymar, yang terlihat tidak terlalu frustasi usai laga tersebut, mengatakan Sellecao harus lebih efektif dalam menuntaskan peluang pada pertandingan berikut melawan Paraguay.

"Ini pertandingan yang cukup bagus dan tim bermain baik. Kami harus berusaha lebih pada penyelesaian. Kami ingin menang, selalu begitu. Tidak ada gol yang tercipta, tapi kami akan terus berlatih minggu ini untuk pertandingan berikut," tutur pemain sensasional Santos tersebut.

Brasil sebenarnya menguasai jalannya pertandingan, tapi gagal menembus rapatnya pertahanan Venezuela. Bek Brasil, Thiago Silva pun meminta maaf atas kegagalan ini.

"Kami minta maaf, karena jika kita bisa mencetak gol pada babak pertama, pertandingan pasti akan berbeda," ujar pemain AC Milan tersebut.

Brasil Tak Mampu Kalahkan Venezuela.


Headline

Pelatih Timnas Brasil Mano Menezes menilai pasukannya tampil terlalu ‘lugu’ sehingga mudah dibaca oleh Venezuela pada laga perdana Grup B Copa America.
Sang juara bertahan yang diprediksi menang mudah atas Venezuela, kesulitan membongkar pertahanan lawannya dan harus puas dengan hasil akhir tanpa gol, meski Neymar dkk unggul dalam penguasaan bola.
Menezes terlihat kesal dengan hasil itu, tetapi yakin pula bahwa para pemainnya akan belajar dari laga ini untuk menyambut dua laga di Grup B berikutnya.
“Hasilnya buruk, karena kami bermain lebih baik dari Venezuela. Kami mengendalikan permainan dan mengambil alih inisiatif, tetapi sayangnya ragu-ragu saat mengambil sejumlah keputusan, terutama untuk menemukan orang yang tepat saat akan melakukan penyelesaian akhir,” ujarnya seperti dilansir Goal.
“Kami terlalu polos. Bola diberikan kepada pemain yang bermain melebar, tetapi mereka terlalu jauh dari (Alexandre) Pato dan permainan tak bisa mengalir. Ini sesuatu yang harus kami perbaiki sepanjang pekan ini,” lanjut Menezes.
Sang pelatih juga mengeluhkan kondisi buruk di lapangan yang membuat pertandingan tak bisa berjalan lebih cepat, namun ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan alasan timnya gagal menang.
“Saya lihat lapangan membuat kami tak bisa bermain lebih cepat dan lebih berkualitas. Bagaimanapun, bukan itu masalah kami. Kami harus mengevaluasi penampilan kami dan melakukan sejumlah perbaikan,” pungkas pelatih Tim Samba tersebut.

Cile berhasil membekuk Meksiko 2-1


Headline

San Juan - Cile berhasil membekuk Meksiko pada laga perdananya di Grup C Copa America 2011. Humberto Suazo menjadi pemain kunci pada laga tersebut.
Permainan langsung terbuka sejak menit awal pertandingan, namun Cile tampak lebih menguasai pertandingan. Serangan demi serangan dibangun dengan mengandalkan kreativitas Alexis Sanchez, Arturo Vidal dan Humberto Suazo. Di kubu Meksiko, yang tak bisa menyertakan bomber Manchester United Javier Hernandez mengandalkan serangan yang dimotori Giovanni Dos Santos. Alexis Sanchez melepaskan tendangan spekulatif dari luar kotak penalti, namun masih jauh dari sasaran. Waldo Ponche membuka peluang bagi Cile, namun tembakannya masih dapat dijinakkan Luis Michel pada menit ke-12.

Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan Cile, tembakan ke gawang kembali merepotkan Luis Michel, yakni lewat Humberto Suazo pada menit ke-28, sementara percobaan dari luar kotak penalti masih lewat Suazo melebar di samping tiang gawang.
Asyik menyerang, justru Cile kebobolan lewat gol sundulan Nestor Alejandro pada menit ke-40, berawal dari umpan jauh dari sayap kanan.

Kedudukan 1-0 untuk Meksiko ini bertahan hingga wasit Juan Soto mengakhiri babak pertama.
Tertinggal satu gol tak membuat Cile merubah permainannya. Mereka terus bermain terbuka, mengalirkan bola dengan cukup cepat dari kaki ke kaki, menekan pertahanan Meksiko.
Serangan demi serangan yang dibangun akhirnya berbuah hasil pada menit ke-67. Esteban Paredes menyetak gol penyeimbang, memanfaatkan kemelut di depan gawang Meksiko yang berawal dari sepak pojok.

Gol ini segera digandakan Arturo Vidal lima menit kemudian. Kembali berawal dari sepak pojok, kali ini Vidal langsung menyambutnya dengan sundulan, menyarangkan bola ke tiang jauh yang tak terjangkau kiper Luis Michel. 2-1 Cile berbalik unggul.
Lepas dari tekanan, Cile bermain lebih lepas dan lebih cepat, membuat Meksiko semakin tak berkutik di pertengahan babak kedua. Namun sejumlah kesalahan umpan yang terjadi dari lini tengah ke lini depan membuat penguasaan bola Cile berakhir sia-sia.

Namun di akhir laga, Meksiko yang sudah pasrah justru tampil lepas dan membuat dua buah peluang matang. Tendangan Edgar Pacheco yang berdiri bebas di sisi kiri kotak penalti berhasil dijinakkan kiper Claudio Bravo. Begitu pula dengan sundulan Diego Reyes di menit 89, mengarah tepat ke pelukan Bravo.
Wasit pun mengakhiri laga dengan kedudukan 2-1 untuk Cile.

SUSUNAN PEMAIN:
Meksiko (3-5-2): Claudio Andres Bravo; Pablo Contreras, Waldo Ponce, Gonzalo Jara; Matas Fernandez (Carlos Carmona 83’), Jean Beausejour (Esteban Paredes 59’), Arturo Vidal, Gary Medel, Mauricio Isla; Alexis Sanchez, Humberto Suazo

Cile (3-4-3): Luis Michel; Hiram Ricardo Mier Alanis, Nestor Alejandro Araujo Razo, Hector Reynoso Lopez; Paul Aguilar, Darvin Francisco Chavez, Jorge Enriquez Garcia, Diego Reyes Rosales; Giovani Dos Santos, Javier Aquino Carmona (Oribe Peralta Morones 74’), Rafael Marquez Lugo (Edgar Ivan Pacheco Rodrguez 88’)