Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts

Tuesday, July 5, 2011

Zainuddin MZ Meninggal Dunia


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1naG28am8OJXkmr6sorrmErEeyCYPzZxgbDJI3MxxWRioq8SPY3TcqYYkko-npM3aYf9yZsHzzVnfQ2wLOyBkz1qqL2DBgrOwRLcnrccwVhDYe3M8uXxeoLYQZ7_OxSC1SWWc99rUtkY/s1600/KH+Zainuddin+MZ.jpg

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. KH Zainuddin MZ telah berpulang ke rahmatullah pada pagi ini sekitar pukul 9:22 WIB di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta. Berita tersebut langsung menyebar di dunia maya, lewat facebook dan twitter serta berbagai media sosial menyebarkan berita meninggalnya KH Zainuddin MZ.

Berita meninggalnya dai sejuta umat ini membuat banyak orang bertanya-tanya benar atau tidak bahwa Zainuddin MZ meninggal hari ini. Padahal kemarin beliau masih mengisi ceramah agama di salah satu stasiun televisi...

Zainuddin MZ.sangat populer di tahun 90an,beliau terkenal dengan sebutan Da'i sejuta umat,ketenaranya tidak hanya di dalamnegri saja,bahkan namanya juga populer di singapura dan Malaysia,tak jarang ke dua negara tetangga tersebut mengundang beliau untuk mengisi ceramah2 ke agamaan.


Sebelum akhirnya namanya mulai tenggelam karena beliau sibuk terjun di dunia politik,dan sempat tersandung kasus hukum dengan salah satu artis pendatang baru,yang konon sampai sekarang belum selesai.

Tapi untuk masalah umur tidak ada orangpun yang tahu karena itu adalah rahasia Tuhan.... Hari ini Tuhan memberikan satu lagi pelajaran bagi kita semua....

Selamat jalan Zainuddin MZ...Semoga khusnul khotimah.... Amin

Monday, June 20, 2011

'Nafsu' Karya Jalaluddin Rumi

Nafsu

Nafsumu itu ibu segala berhala
Berhala kebedaan ular sawa
Berhala keruhanian naga
Itu ibarat perumpamaannya
Mudah sekali memecah berhala
Kalau diketuk hancurlah ia
Walau batu walaupun bata
Walau ular walaupun naga
Tapi bukan mudah mengalahkan nafsu
Jika hendak tahu bentuk nafsu
Bacalah neraka dengan tujuh pintu
Dari nafsu keluar ma’siat setiap waktu.
mencintainya ini
sebagaimana kenikmatan lelaki
yang memeluk tugu batu
di dalam kegelapan sambil menangis dan meratap.
Meskipun dia merasa nikmat
kerana berfikir bahawa yang dipeluk adalah kekasihnya, tapi
jelas tidak senikmat
orang yang memeluk kekasih sebenarnya
kekasih yang hidup dan sedar.

Jalalldin Rumi